
Bojonegoro – Sejumlah warga di beberapa wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram atau yang dikenal dengan “elpiji melon” dalam beberapa hari terakhir.
Keluhan masyarakat mulai muncul sejak sekitar dua hari terakhir, tepatnya menjelang pertengahan Maret 2026. Sejumlah warga menyebutkan bahwa tabung gas LPG 3 kg cukup sulit ditemukan di beberapa pangkalan maupun toko pengecer.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus berkeliling mencari elpiji untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. LPG 3 kg merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya bagi kalangan rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Diduga meningkatnya kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu faktor yang memicu tingginya permintaan terhadap LPG bersubsidi tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti kelangkaan yang terjadi di sejumlah titik di dua daerah tersebut.
Sebagian warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera melakukan pengecekan di lapangan guna memastikan distribusi LPG berjalan lancar dan tepat sasaran.
Masyarakat juga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah agar pasokan LPG 3 kg kembali stabil, sehingga kebutuhan rumah tangga menjelang Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.
Keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan LPG 3 kg ini disampaikan pada Senin, 16 Maret 2026, dan diharapkan dapat menjadi perhatian pihak terkait untuk segera mencari solusi atas kondisi yang terjadi.


