
BOJONEGORO – Ribuan massa yang tergabung dalam Paguyuban Makanan Bergizi Gratis (MBG) Bojonegoro menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, Senin (22/6/2026). Sepanjang Jalan Veteran dipadati peserta yang menyuarakan harapan agar pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlanjut.
Aksi berlangsung tertib dengan membawa berbagai spanduk dan menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada para wakil rakyat. Massa menyebut keberlanjutan program dinilai penting, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi keberlangsungan ekosistem pelaksana di lapangan.
Namun demikian, dinamika aksi turut menjadi perhatian publik. Berdasarkan pengamatan di lokasi, peserta yang hadir didominasi relawan serta karyawan pengelola dapur program MBG. Sementara keterlibatan siswa maupun perwakilan wali murid sebagai penerima manfaat utama belum tampak secara langsung dalam agenda penyampaian aspirasi tersebut.
Kondisi itu memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menilai suara penerima manfaat dan keluarga seharusnya mendapat ruang lebih besar dalam pembahasan terkait masa depan program.
Sejumlah peserta aksi dalam orasinya lebih banyak menyoroti kekhawatiran terhadap dampak ekonomi apabila operasional dapur dihentikan. Mereka menilai keberlangsungan program selama ini turut membuka lapangan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Di sisi lain, muncul pula pandangan dari sejumlah warga yang berharap diskusi mengenai Program MBG tetap menempatkan tujuan utama sebagai prioritas, yakni pemenuhan gizi dan manfaat bagi anak-anak penerima program.
“Kalau memang ini untuk kepentingan anak-anak, maka suara wali murid dan penerima manfaat juga perlu didengar,” ujar salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi aksi.
Warga lain turut mempertanyakan arah tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. Menurutnya, evaluasi program sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan.
Perbincangan publik pun berkembang pada satu pertanyaan besar: bagaimana menjaga agar Program MBG tetap berjalan sesuai tujuan awal—meningkatkan kualitas gizi generasi muda—sekaligus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang telah tumbuh di sekitarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Hj. Mitro’atin, S.Pd., M.M. turun langsung menemui peserta aksi dan menerima tuntutan yang disampaikan.
Dalam keterangannya, Mitro’atin menyampaikan bahwa Program MBG dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.
“Program MBG adalah investasi jangka panjang untuk menuju generasi emas 2045. DPRD Bojonegoro siap memfasilitasi sampai tingkat nasional,” ujarnya di hadapan peserta aksi.
Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan program memiliki dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
“Program MBG ini berdampak pada perputaran roda ekonomi. Pada prinsipnya kami di DPRD Bojonegoro siap mendukung keberlanjutan program ini,” tambahnya.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi secara menyeluruh dari pimpinan DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengenai keputusan lanjutan terhadap pelaksanaan Program MBG di daerah tersebut.
Perkembangan kebijakan selanjutnya masih dinantikan publik sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara tujuan peningkatan gizi masyarakat dan keberlanjutan dampak ekonomi yang telah terbentuk.


