banner 728x250
Daerah  

Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Pemuda Pancasila PAC Taman Protes Jalan Rusak Sadang–Kletek

SIDOARJO – Aksi unik sekaligus simbolis dilakukan puluhan anggota Pemuda Pancasila Pimpinan Anak Cabang (PAC) Taman bersama sejumlah relawan dengan menanam tiga pohon pisang di tengah Jalan Raya Sadang–Kletek, Kecamatan Taman, Jumat (20/02/2026).

Penanaman pohon pisang tersebut bukan sekadar aksi spontan, melainkan bentuk protes atas kondisi jalan rusak dan berlubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Lubang-lubang di ruas tersebut disebut memiliki kedalaman sekitar 15 hingga 20 sentimeter dan kerap tertutup genangan air saat hujan turun, sehingga sulit terlihat oleh pengendara.

Tiga batang pohon pisang ditancapkan tepat di titik lubang yang paling parah. Selain sebagai bentuk kritik terhadap lambannya perbaikan, aksi ini juga dimaksudkan sebagai penanda agar pengendara lebih waspada saat melintas, terutama pada malam hari.

Ketua Pemuda Pancasila PAC Taman, Setyadi, menegaskan bahwa aksi tersebut lahir dari keprihatinan atas seringnya kecelakaan yang terjadi di lokasi itu. Pria yang akrab disapa Cak Ambon itu menyebut, dalam beberapa waktu terakhir, ruas jalan tersebut kerap “memakan korban”.

Malam kemarin di sini kejadian tiga laka tunggal akibat lubang ini, yang terakhir meninggal dunia. Sebelumnya dalam semalam bisa terjadi tiga sampai empat kali laka,” ujarnya di sela-sela aksi.

Menurutnya, lubang yang tertutup air hujan menjadi jebakan bagi pengendara, khususnya sepeda motor. Minimnya penerangan jalan pada malam hari memperparah kondisi, sehingga banyak pengendara tidak menyadari adanya lubang besar di hadapan mereka.

Setyadi mengungkapkan, kerusakan jalan tersebut sebenarnya sempat diperbaiki beberapa waktu lalu. Namun, perbaikan yang dilakukan dinilai tidak maksimal karena belum genap dua bulan, aspal kembali rusak dan berlubang.

“Kalau hanya tambal sulam, ya seperti ini. Baru sebentar sudah rusak lagi. Kami berharap ada perbaikan menyeluruh, bukan sementara,” tegasnya.

Ia menambahkan, jalur dari Jemundo hingga Sadang merupakan akses padat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Selain menjadi penghubung antarwilayah, jalan tersebut juga dilintasi kendaraan logistik dan pekerja setiap hari. Kondisi aspal yang rusak tentu meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih saat volume kendaraan tinggi pada jam berangkat dan pulang kerja.

Warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas menyambut aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama. Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan total di sepanjang jalur tersebut.

Seorang pengendara motor yang melintas mengaku kerap mengurangi kecepatan secara mendadak ketika melewati titik tersebut. “Kalau tidak hafal jalannya bisa kaget. Apalagi kalau malam atau habis hujan, lubangnya tidak kelihatan sama sekali,” tuturnya.

Warga menilai, perbaikan total dengan kualitas material yang lebih baik diperlukan agar kerusakan tidak kembali terulang dalam waktu singkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, M. Makhmud, memastikan bahwa ruas jalan Kletek–Sukodono telah masuk dalam paket perbaikan 25 titik yang dijadwalkan sebelum Lebaran.

Itu masuk jalan Kletek-Sukodono, termasuk 25 titik yang bakal diperbaiki bulan ini. Secepatnya kami tangani,” tegasnya.

Pihaknya menyatakan akan melakukan penanganan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dengan harapan kondisi jalan dapat kembali layak dan aman dilalui masyarakat.

Aksi tanam pohon pisang di tengah jalan ini menjadi simbol kritik sosial yang cukup mencolok. Selain menarik perhatian pengguna jalan, aksi tersebut juga menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.

Pemuda Pancasila PAC Taman berharap, langkah simbolis tersebut dapat mendorong percepatan penanganan infrastruktur jalan, sehingga tidak lagi menelan korban jiwa. Mereka juga mengimbau para pengendara untuk tetap berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintasi ruas Sadang–Kletek hingga perbaikan dilakukan secara menyeluruh

(RED)IMAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *