Sindikat, i news site PT media group globalindo – Di tengah derasnya arus globalisasi, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak semakin terasa ketat. Setiap orang berlomba-lomba memenuhi berbagai persyaratan demi memperoleh pekerjaan yang nyaman dan stabil. Namun di balik itu, masih banyak pekerja yang berharap adanya kebijakan yang lebih berpihak pada mereka, terutama dalam hal kesempatan kerja yang tidak membatasi usia.
Momentum Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi ruang bagi para buruh untuk menyuarakan harapan dan pengalaman hidup mereka. Salah satunya datang dari Jenny, warga Sumbersari, Kecamatan Maesan, Bondowoso.
Setiap hari, Jenny bersama ibunya harus menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 25 kilometer demi bekerja di salah satu jasa pengiriman paket online di Kota Bondowoso. Perjuangan tersebut ia jalani sambil tetap mengurus anaknya yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar.
Menurut Jenny, kesempatan kerja seharusnya lebih terbuka bagi semua kalangan tanpa terlalu banyak syarat yang justru mempersempit peluang. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait tidak membatasi usia selama seseorang masih mampu dan produktif untuk bekerja.
Harapan saya, lapangan pekerjaan selalu ada untuk warga Indonesia, dan tidak terlalu banyak persyaratan yang akhirnya justru menciptakan pengangguran. Jangan batasi usia selagi kita masih mampu bekerja,” ujarnya.
Selain itu, Jenny juga menyoroti persoalan upah. Ia berharap upah pekerja, khususnya di Bondowoso, dapat disesuaikan dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Baginya, kesejahteraan sederhana sudah cukup selama kebutuhan dapur terpenuhi.
Saya tidak muluk-muluk di hari May Day ini. Upah kita sudah layak saja saya sudah bersyukur. Kalau dibandingkan dengan negara seperti Australia, tentu sangat jauh,” tambahnya.
Bagi Jenny dan banyak buruh lainnya, peringatan May Day tidak seharusnya hanya menjadi seremonial tahunan. Mereka berharap ada perubahan nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja, tanpa harus diwarnai aksi anarkis atau kekacauan.
Semoga peringatan ini benar-benar membawa kebaikan setiap tahunnya. Kami para buruh hanya ingin hidup damai dan sejahtera di negeri sendiri,” pungkasnya.


