banner 728x250
Daerah  

Surabaya Berduka: Ketua DPRD Dominikus Adi Sutarwijono Tutup Usia

Kabar duka menyelimuti masyarakat Surabaya dan dunia politik Indonesia. Dominikus Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya, meninggal dunia pada Selasa malam, 10 Februari 2026 pukul 20.36 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Jakarta setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit yang dideritanya beberapa hari terakhir.

Tokoh yang akrab disapa “Mas Awi” ini dikenal sebagai figur legislatif yang berdedikasi tinggi dan memiliki hubungan kuat dengan masyarakat Surabaya. Selama menjabat, ia kerap terlibat dalam pembahasan kebijakan strategis serta menyuarakan aspirasi warga lewat peran legislatifnya

Selepas kabar wafatnya disebarkan, ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan. PDI Perjuangan Jawa Timur dan kolega dekat mengungkapkan kesedihan mendalam atas kepergian sosok yang mereka anggap sahabat dan rekan seperjuangan.

Tak hanya itu, Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya juga mengirimkan surat resmi belasungkawa kepada PDI Perjuangan Kota Surabaya, menyampaikan simpati atas meninggalnya Adi Sutarwijono dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan

Sebagai penghormatan institusional, bendera setengah tiang dikibarkan di gedung DPRD Surabaya sebagai tanda duka cita atas kepergian Ketua DPRD. Gedung legislatif ini juga akan menjadi lokasi penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan ke pemakaman.

Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan di TPU Keputih, Surabaya, setelah disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Surabaya.

Dominikus Adi Sutarwijono lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968 dan telah mengabdi panjang sebagai wakil rakyat, termasuk memimpin DPRD dua periode (2019–2024 & 2024–2029). Selama masa jabatannya, ia dikenal sebagai pimpinan yang dialogis, rendah hati, dan punya hubungan baik dengan rekan serta warga.

Kepemimpinannya tidak hanya dilihat dari fungsi legislatif semata, tetapi juga dari cara ia membangun hubungan dengan masyarakat dan memastikan suara warga terdengar dalam ranah pemerintahan kota.

Kepergian Adi Sutarwijono menjadi salah satu momen paling memilukan bagi Kota Surabaya di awal tahun 2026. Banyak pihak berharap agar dedikasi dan prinsip pengabdian yang ditinggalkannya tetap menjadi inspirasi bagi para pemimpin dan generasi penerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *