
Pangkalan Bun – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pangkalan Bun terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui penguatan sinergi dengan instansi kesehatan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Puskesmas Madurejo dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotawaringin Barat, Kamis (12/02/2026).
Kegiatan penandatanganan dilaksanakan secara langsung di masing-masing lokasi mitra, diawali di Puskesmas Madurejo Kotawaringin Barat dan dilanjutkan di RSUD Kotawaringin Barat. Lapas Pangkalan Bun diwakili langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Pangkalan Bun, Drs. Dawa’i, M.A., didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja) Ario Eka Pradesta serta perawat Lapas.
Kerja sama dengan Puskesmas Madurejo difokuskan pada pemberian pelayanan kesehatan tingkat pertama, meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, layanan promotif dan preventif, penanganan medis dasar, serta dukungan program pembinaan kesehatan bagi WBP. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini serta pencegahan penyakit di lingkungan Lapas.

Sementara itu, PKS dengan RSUD Kotawaringin Barat diarahkan pada penguatan layanan rujukan lanjutan dan penanganan medis spesialis, termasuk tindakan kegawatdaruratan dan perawatan intensif. Dengan adanya dukungan rumah sakit daerah, proses penanganan kesehatan WBP yang membutuhkan perawatan lanjutan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Kalapas Pangkalan Bun menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memastikan terpenuhinya hak dasar warga binaan, khususnya di bidang kesehatan. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat koordinasi antara Lapas dan fasilitas kesehatan daerah dalam setiap penanganan medis.
Melalui penandatanganan PKS tersebut, Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan WBP. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, serta menjadi wujud nyata sinergi antarinstansi dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang lebih baik.
Agm


