banner 728x250
Daerah  

Kodim 0735/Surakarta Dorong Kolaborasi Penanganan Sampah, TPA Putri Cempo Jadi Perhatian

Surakarta – Persoalan pengelolaan sampah di Kota Surakarta kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya volume limbah harian yang berdampak pada kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Kondisi TPA yang telah melebihi daya tampung mendorong perlunya langkah terpadu untuk mengurangi beban lingkungan.

Berdasarkan sejumlah kajian lingkungan, komposisi sampah di Surakarta didominasi oleh limbah organik dengan persentase sekitar 60–70 persen, sementara sisanya berupa sampah anorganik seperti plastik dan kertas. Tingginya volume sampah harian dinilai memerlukan pengelolaan yang lebih sistematis agar tidak menimbulkan dampak pencemaran.

Dalam konteks tersebut, Kodim 0735/Surakarta mengambil peran melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat. Upaya ini dilakukan במסגרת tugas operasi militer selain perang (OMSP), dengan fokus pada edukasi serta pendampingan pengelolaan sampah dari sumbernya.

Komandan Kodim 0735/Surakarta, Letkol Inf Arief Handoko Usman, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan mencakup sosialisasi di tingkat lingkungan, mulai dari RT hingga komunitas. Pendekatan ini menitikberatkan pada partisipasi warga dalam memilah sampah sejak awal.

“Pemilahan sampah menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pengolahan serta mengurangi beban TPA,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, sampah anorganik diarahkan untuk dikelola melalui sistem bank sampah, sehingga memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali. Sementara itu, sampah organik diolah melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Mojosongo menjadi berbagai produk, seperti kompos, pakan maggot, serta pupuk organik cair.

Pendekatan tersebut dinilai tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Kodim 0735/Surakarta menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Upaya ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan. Melalui langkah terpadu dari hulu hingga hilir, diharapkan persoalan sampah di Kota Surakarta dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *