banner 728x250
Daerah  

Wafatnya Praja IPDN, Ketua PP Wonoayu Supriono Ajak Jaga Solidaritas dan Teladani Pengabdian

 

kabar duka menyelimuti masyarakat Wonoayu dan civitas akademika Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) atas wafatnya salah seorang Praja IPDN. Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan-rekan sesama Praja serta masyarakat yang mengenal sosoknya sebagai pribadi yang disiplin, berintegritas, dan penuh semangat pengabdian.

Menanggapi kabar duka tersebut, Ketua Pemuda Pancasila (PP) Wonoayu, Supriono, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemuda Pancasila Wonoayu turut merasakan kehilangan dan berempati atas musibah yang menimpa keluarga almarhum.

Ini adalah kehilangan yang sangat besar. Bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi IPDN dan masyarakat. Kami dari Pemuda Pancasila Wonoayu menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya serta doa terbaik agar almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Supriono.

Menurutnya, almarhum dikenal sebagai sosok Praja IPDN yang memiliki dedikasi tinggi dalam menempuh pendidikan sebagai calon aparatur negara. Selama masa pendidikan, almarhum menunjukkan sikap disiplin, loyalitas, serta semangat belajar dan mengabdi yang patut dijadikan teladan. Nilai-nilai tersebut, kata Supriono, merupakan cerminan karakter generasi muda yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara di masa depan.

“Kehilangan ini tentu menyisakan duka yang mendalam. Namun, semangat pengabdian dan keteladanan almarhum tidak boleh berhenti sampai di sini. Justru harus kita lanjutkan dan kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Lebih lanjut, Supriono menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam menghadapi situasi duka seperti ini. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk hadir memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, kehadiran, doa, dan empati merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti bagi keluarga di tengah suasana kehilangan.

 


“Keluarga almarhum tidak sendiri. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk saling menguatkan. Solidaritas dan rasa kemanusiaan harus terus kita jaga, terutama di saat-saat sulit seperti ini,” tegasnya.

 

Pemuda Pancasila Wonoayu, lanjut Supriono, siap memberikan dukungan sesuai kemampuan, baik dalam bentuk doa, pendampingan, maupun bantuan lainnya yang dibutuhkan keluarga almarhum. Hal ini merupakan wujud nyata dari komitmen organisasi dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial.

Di akhir pernyataannya, Supriono juga mengajak rekan-rekan Praja IPDN serta generasi muda lainnya untuk meneladani perjuangan hidup almarhum. Ia berharap semangat disiplin, kerja keras, dan pengabdian kepada bangsa yang telah ditunjukkan almarhum dapat menjadi inspirasi dan motivasi bersama.

Meskipun almarhum telah berpulang, nilai-nilai kebaikan yang ditinggalkannya harus terus hidup. Inilah cara terbaik kita menghormati dan mengenang pengabdiannya,” pungkas Supriono.

Pernyataan ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya empati, solidaritas, dan persatuan dalam menghadapi duka. Kepergian almarhum bukan hanya sebuah kehilangan, tetapi juga amanah moral bagi generasi penerus untuk melanjutkan semangat pengabdian demi bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *