
Pada hari Jumat, 24 Januari 2026, suasana Desa Popoh, RT 05 RW 01, Japanan, Wonoayu, dipenuhi semangat dan khidmat. Warga desa berkumpul untuk menggelar kegiatan bersholawat, sebuah tradisi keagamaan yang sarat makna, sebagai wujud syukur, doa, dan penguatan iman. Acara ini sekaligus menjadi momen mempererat tali silaturahmi antarwarga dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Acara ini semakin istimewa dengan hadirnya Umik Lailah, tokoh spiritual yang dihormati di Wonoayu. Beliau memimpin sholawat dan membimbing doa bagi keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi seluruh warga Desa Popoh. Sejak pagi, warga dari berbagai usia telah mulai berdatangan. Anak-anak, remaja, hingga para sesepuh terlihat antusias menyiapkan lokasi kegiatan, menata kursi, membersihkan area, dan memastikan setiap perlengkapan untuk sholawat siap digunakan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan langsung terasa, seakan seluruh warga menyambut acara ini dengan hati yang terbuka.
Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua RT yang menyampaikan maksud kegiatan. Beliau menekankan bahwa bersholawat bersama tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan rasa syukur, memohon keselamatan bagi desa, serta mempererat ukhuwah antarwarga. Setelah sambutan, lantunan sholawat pun mulai bergema, dipimpin Umik Lailah. Suara warga berpadu harmonis, membentuk alunan doa yang menenangkan hati, dan menghadirkan suasana spiritual yang mendalam.
Selain memimpin sholawat, Umik Lailah memberikan tausiyah singkat. Beliau mengingatkan pentingnya menjaga iman, kesabaran, dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan beliau juga menekankan agar warga terus memelihara tradisi keagamaan sebagai warisan budaya yang berharga, serta memperkuat persatuan dalam masyarakat. Kata-kata beliau terdengar menenangkan dan memberi inspirasi, sehingga warga yang hadir merasa tersentuh dan termotivasi.

Kegiatan bersholawat ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga ajang kebersamaan warga. Anak-anak ikut belajar membaca sholawat, pemuda membantu kelancaran acara, dan para sesepuh berbagi pengalaman serta cerita tentang nilai-nilai luhur yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat. Interaksi hangat ini memperlihatkan bagaimana tradisi keagamaan mampu memperkuat solidaritas dan menjaga keharmonisan sosial di Desa Popoh.
Hingga sore hari, acara berlangsung dengan khidmat dan lancar. Warga merasa puas dan bahagia, membawa pulang ketenangan spiritual dan semangat baru untuk terus menjaga iman serta melestarikan tradisi leluhur. Bersholawat bersama, terutama dengan hadirnya Umik Lailah, menjadi pengingat bahwa iman, doa, dan kebersamaan adalah fondasi utama kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh berkah.
Dengan kegiatan ini, Desa Popoh kembali menunjukkan bahwa meski menghadapi tantangan zaman modern, nilai-nilai spiritual dan tradisi keagamaan tetap dijaga dan dihormati. Kebersamaan, iman, dan rasa syukur warga menjadi tonggak utama dalam membangun desa yang harmonis dan berkah, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi yang akan datang.


