
SIDOARJO, 19 Januari 2026 – Warga Desa Jati, Kecamatan Prambon, Sidoarjo digemparkan oleh sebuah kecelakaan tragis pada Minggu sore, 18 Januari 2026. Seorang pria bernama MJ (41), warga Desa Kepadangan, Tulangan, Sidoarjo, ditemukan meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Jenggolo yang melintas di perlintasan desa tersebut. Korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sebelum sempat mendapat pertolongan medis.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan Kapolsek Prambon, AKP Sugiono, peristiwa bermula ketika korban tampak berada di jalur rel kereta tanpa memperhatikan bahaya yang mengintai. Sekitar sore hari, KA Jenggolo melintas di jalur tersebut, dan meski telah membunyikan klakson sebagai peringatan, korban tetap berada di rel. Akibatnya, MJ tertabrak kereta dan mengalami luka parah, khususnya pada kepala dan wajah, sehingga meninggal seketika.
Korban sudah meninggal di lokasi. Kami langsung melakukan evakuasi jenazah dan mengamankan area perlintasan,” ujar AKP Sugiono kepada wartawan di lokasi.
Evakuasi dan Penanganan

Petugas gabungan dari kepolisian dan pihak perkeretaapian segera mengevakuasi jenazah MJ. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan, yang kemungkinan menjadi faktor ia berada di jalur rel saat kereta melintas.
Keluarga korban menyatakan tidak menghendaki autopsi terhadap jenazah MJ, dan pihak kepolisian menghormati permintaan tersebut.
Perlintasan Jalan Desa Jati, Alun-Alun Prambon, merupakan jalur yang sering dilintasi KA penumpang maupun barang. Meski dilengkapi rambu peringatan, perlintasan ini masih rawan kecelakaan jika masyarakat tidak berhati-hati. KA Jenggolo sendiri merupakan salah satu kereta rute Mojokerto–Sidoarjo yang melintas dengan kecepatan sedang, sehingga reaksi mendadak untuk menghindari tabrakan hampir mustahil.
Imbauan Kepolisian
Kapolsek Sugiono mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berada di sekitar jalur rel, terutama di titik yang tidak memiliki palang pintu otomatis. Ia menekankan, “Kesadaran warga sangat penting untuk mencegah kecelakaan fatal. Jangan pernah berada di jalur rel, apalagi jika ada gangguan mental atau kondisi yang tidak stabil.”
Kejadian ini menjadi pengingat serius bagi warga Prambon dan sekitarnya tentang pentingnya keselamatan di jalur kereta api, terutama bagi keluarga dengan anggota yang memiliki gangguan kesehatan mental.


