banner 728x250
Daerah  

Ruwah Desa Jimbaran Kulon Digelar dengan Semangat Kebersamaan dan Doa

Jimbaran Kulon, Jawa Timur –
Minggu ini, warga Desa Jimbaran Kulon menggelar acara Ruwah Desa yang berlangsung meriah dan penuh makna. Tradisi tahunan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur, doa bersama, serta upaya pelestarian budaya leluhur yang sudah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Ruwah Desa sendiri merupakan tradisi adat yang biasa digelar di bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa (yang bertepatan dengan bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah). Masyarakat percaya bahwa momen ini adalah waktu yang tepat untuk mendoakan keselamatan desa, mensucikan lingkungan, serta mengenang jasa para leluhur yang telah mendahului mereka. Tradisi ini juga merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan, kesehatan, dan keberkahan yang diperoleh selama ini.

Acara diawali sejak pagi dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama dan tokoh adat setempat. Warga dari berbagai kelompok usia hadir, dari anak-anak sampai sesepuh desa, menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka berkumpul di balai desa untuk saling bersilaturahmi, bermaaf-maafan, serta memperkuat tali persaudaraan di antara sesama warga.

Tidak hanya doa, Ruwah Desa juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan budaya tradisional. Seperti halnya di desa lain yang sering mengadakan kirab hasil bumi dan pagelaran seni lokal, warga Jimbaran Kulon turut memperagakan berbagai pertunjukan budaya yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat setempat. Tradisi semacam ini menjadi media penting untuk memperkenalkan nilai budaya kepada generasi muda

Selain itu, acara Ruwah

Desa di desa-desa lain di Jawa Timur sering melibatkan pagelaran wayang kulit, kirab budaya, selamatan, dan berbagai ritual doa yang memiliki makna mendalam dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Bagi warga Jimbaran Kulon, tradisi ini bukan sekadar seremoni adat, tetapi juga momen penting untuk mempererat hubungan antarwarga. Lewat kegiatan ini, mereka saling bertukar cerita, saling memaafkan, dan memperbarui komitmen untuk hidup rukun serta saling tolong-menolong.

Seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa Ruwah Desa menjadi ajang yang efektif dalam mempererat persaudaraan lintas generasi dan memperkenalkan nilai historis budaya lokal kepada anak-anak muda agar tidak hilang digerus zaman modern.

Acara ditutup dengan doa bersama dan santap bersama makanan khas desa, sebagai simbol kebersamaan, syukur dan harapan akan masa depan desa yang lebih sejahtera dan damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *