
TUBAN – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Sokosari 4, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, menjadi perhatian sejumlah wali murid. Sorotan tersebut muncul setelah menu yang diterima siswa dinilai perlu penjelasan lebih lanjut, khususnya terkait standar gizi dan besaran anggaran per porsi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, dalam satu paket makanan siswa menerima susu UHT 125 mililiter bertuliskan “Susu Sekolah – Susu Gratis Program MBG, tidak untuk diperjualbelikan”, sepotong roti tabur kelapa dalam kemasan plastik, serta satu buah jeruk.
Sejumlah orang tua mempertanyakan apakah komposisi tersebut telah memenuhi prinsip gizi seimbang sebagaimana tujuan utama Program MBG. Mereka berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai kandungan nutrisi dalam setiap paket yang dibagikan kepada siswa.
Selain itu, wali murid juga menyinggung informasi yang beredar di masyarakat terkait alokasi anggaran sekitar Rp15 ribu per anak untuk setiap porsi. Menurut mereka, transparansi mengenai besaran anggaran dan rincian penggunaannya penting agar tidak menimbulkan persepsi yang beragam di tengah masyarakat.
“Kami tentu mendukung program ini karena tujuannya baik untuk anak-anak. Namun, kami juga berharap ada penjelasan terbuka mengenai standar gizi dan penggunaan anggarannya,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai komposisi menu dan rincian anggaran Program MBG di wilayah tersebut. Masyarakat berharap adanya klarifikasi agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan peningkatan gizi siswa.


