
Sidoarjo, Jawa Timur – Kebahagiaan sederhana namun penuh makna menyelimuti sebuah rumah di Desa Singopadu, Kecamatan Tulangan, Senin (23/2/2026). Di rumah itu, Nurul Hidayati (35) tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat putri semata wayangnya, Almera Azzahra Alfathunissa, menerima bantuan kursi roda dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Bagi keluarga kecil ini, bantuan tersebut bukan sekadar alat bantu mobilitas. Kursi roda itu menjadi harapan baru agar Almera dapat bergerak lebih leluasa dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar tanpa harus selalu digendong atau dibantu secara manual.

Menurut keterangan keluarga, pengajuan bantuan bermula dari laporan kepada pemerintah desa terkait kondisi Almera yang membutuhkan alat bantu khusus. Pemerintah desa kemudian menindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo dari bidang rehabilitasi sosial. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kepala Desa Singopadu, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta unsur Satuan Layanan Rehabilitasi Sosial Terpadu (SLRT).

Kepala Desa Singopadu menjelaskan bahwa perangkat desa berupaya aktif mendata warga yang membutuhkan perhatian khusus. Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar bantuan dapat segera direalisasikan.
Sementara itu, pihak Dinas Sosial menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas. Sebelum bantuan diberikan, dilakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan penerima sesuai dengan jenis bantuan yang disalurkan.
Nurul Hidayati mengaku selama ini mobilitas anaknya cukup terbatas. Aktivitas sehari-hari, termasuk keluar rumah atau mengikuti kegiatan di lingkungan sekitar, membutuhkan tenaga ekstra. Dengan adanya kursi roda, ia berharap putrinya dapat lebih mandiri dan memiliki kesempatan lebih luas untuk bersosialisasi.
“Yang paling penting sekarang, Almera bisa bergerak lebih nyaman. Kami sangat bersyukur karena perhatian ini sangat membantu,” ujarnya.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo dalam kesempatan tersebut menilai bahwa bantuan sosial seperti ini memang terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak besar bagi penerima. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan pemerintah desa agar pelayanan sosial tepat sasaran.
Penyaluran bantuan ini berlangsung di tengah berbagai program sosial yang digulirkan pemerintah daerah maupun provinsi. Sejumlah bantuan sosial untuk kelompok rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, juga tengah disalurkan di beberapa wilayah Sidoarjo.
Selain bantuan alat bantu, terdapat pula program penjaminan layanan kesehatan bagi warga kurang mampu melalui skema kepesertaan BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung pemerintah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Meski berbagai bantuan telah disalurkan, sejumlah pihak menilai bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Pemerintah daerah dituntut memastikan program sosial berjalan berkelanjutan. Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) serta tata kelola anggaran yang efektif dinilai penting agar pelayanan sosial tidak terhambat.
Di sisi lain, pemerhati kebijakan sosial mengingatkan bahwa pendataan akurat dan respons cepat harus terus ditingkatkan agar tidak ada warga rentan yang terlewat dari perhatian.
Kisah Almera menjadi potret kecil dari kebutuhan nyata masyarakat di tingkat akar rumput. Bantuan kursi roda mungkin tampak sederhana dalam skala kebijakan publik, namun bagi keluarga penerima, hal itu bisa menjadi perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari
Sinergi antara pemerintah desa, dinas sosial, serta dukungan legislatif diharapkan terus diperkuat. Dengan demikian, lebih banyak warga yang membutuhkan dapat merasakan perhatian dan kehadiran negara secara nyata di tengah kehidupan mereka.


