
Sejak Senin, 2 Maret 2026, sejumlah desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Pasuruan dilanda banjir akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, luapan air sungai dan saluran irigasi menyebabkan genangan di pemukiman warga, merendam jalan desa, serta mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
BPBD Kabupaten Pasuruan langsung menurunkan tim tanggap darurat ke lokasi terdampak. Tim bertugas mengevakuasi warga, terutama anak-anak dan lansia, serta menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan kebutuhan mendesak lainnya. Beberapa posko darurat didirikan di titik strategis untuk memudahkan distribusi bantuan dan koordinasi evakuasi. Selain itu, tim juga melakukan pemantauan tanggul dan saluran air untuk mengantisipasi banjir susulan.
Pemerintah desa dan kecamatan setempat turut aktif membantu penanganan darurat. Aparat desa mendata warga terdampak, mengatur lokasi pengungsian, dan memastikan keselamatan warga, sementara relawan masyarakat membantu mengevakuasi warga serta memindahkan barang-barang penting ke tempat aman. Sinergi antara pemerintah, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci agar penanganan bencana berjalan efektif.
Meski upaya penanganan dilakukan cepat, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada. Beberapa wilayah masih berpotensi mengalami peningkatan debit air karena hujan yang belum sepenuhnya berhenti. Selain itu, daerah perbukitan yang rawan longsor menjadi perhatian khusus, sehingga warga di zona tersebut disarankan untuk siaga mengungsi.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan menekankan pentingnya koordinasi antara semua pihak, serta disiplin masyarakat dalam mengikuti arahan petugas. Bencana ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana, seperti normalisasi sungai, pengelolaan saluran air, dan edukasi kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat, agar dampak banjir di masa depan bisa diminimalkan.
Foto dokumentasi BPBD Kabupaten Pasuruan memperlihatkan tim tanggap darurat bekerja siang dan malam, mengevakuasi warga, dan menyalurkan bantuan, menggambarkan upaya nyata pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

(RED)TIM, RELAWAN)


