banner 728x250
Daerah  

Pemkab Bojonegoro Perkuat Monitoring Program, Camat Diminta Aktif Serap Aspirasi Warga

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan pengendalian program dan kegiatan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Pengendalian Program/Kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (4/3/2026). Kegiatan tersebut digelar di Ruang Angling Dharma dan dihadiri jajaran pimpinan daerah serta para camat.

Rakor dipimpin oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah, serta diikuti 28 camat dan seluruh kepala OPD di lingkungan Pemkab Bojonegoro.

Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa camat memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Menurutnya, komunikasi aktif dan koordinasi yang solid menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif.

“Rakor ini menjadi wadah sinergi dan komunikasi bersama seluruh camat. Kehadiran pemerintah harus mampu menjawab serta menyelesaikan persoalan dan agenda yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang visioner, tegas, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah. Menurutnya, langkah-langkah strategis harus tetap ditempuh melalui koordinasi lintas sektor agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah menyoroti pentingnya monitoring wilayah secara berkelanjutan. Ia mengingatkan para camat agar aktif mengawasi pembangunan di wilayah masing-masing, termasuk memperhatikan bangunan yang belum mengantongi izin serta memastikan seluruh kegiatan pembangunan sesuai regulasi yang berlaku.

Dalam forum tersebut, disampaikan pula bahwa prioritas pembangunan tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan infrastruktur dasar, seperti pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan, peningkatan kualitas gedung sekolah, serta pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata daerah.

“Usulan prioritas dari wilayah sangat penting agar pemerintah dapat hadir secara responsif dan solutif sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Wakil Bupati.

Sekretaris Daerah Edi Susanto menambahkan, rakor tersebut juga memuat laporan komprehensif dari para camat terkait potensi wilayah masing-masing, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar perencanaan program pembangunan ke depan.

Melalui rakor ini, Pemkab Bojonegoro berharap koordinasi antarwilayah dan perangkat daerah semakin solid sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *