
PANGKALAN BUN – Inspektorat Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar asistensi Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) Tahun Anggaran 2027 sebagai langkah memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah yang lebih inklusif dan akuntabel.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Mei 2026, di Aula Integritas Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Jalan H.M. Rafi’i No.16, Pangkalan Bun, itu melibatkan seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.
Melalui asistensi tersebut, setiap perangkat daerah mendapatkan pendampingan teknis dalam penyusunan analisis gender dan kelengkapan dokumen pendukung perencanaan program kerja Tahun Anggaran 2027. Langkah ini dinilai penting agar kebijakan dan program pemerintah mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih merata dan berkeadilan.
Inspektur Kabupaten Kotawaringin Barat, Isno Pandowo, mengatakan penguatan implementasi PPRG menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas program pembangunan daerah.
Menurutnya, perencanaan dan penganggaran yang responsif gender bukan hanya sebatas pemenuhan administrasi, melainkan upaya memastikan setiap program pemerintah dapat memberikan manfaat yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat.
“Melalui asistensi ini, kami berharap perangkat daerah semakin memahami pentingnya penyusunan program yang responsif gender agar kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran, efektif, dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas perangkat daerah dalam penyusunan PPRG juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi pendampingan secara interaktif untuk memastikan dokumen perencanaan dan penganggaran Tahun Anggaran 2027 telah memenuhi prinsip-prinsip responsif gender secara optimal.


