
Sindikat, i news site PT media group globalindo – MALANG, SuaraKeadilanNews.id – Pimpinan Redaksi Brata Pos, Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H., menyampaikan pesan moral dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kepada seluruh insan pers dan masyarakat. Tokoh pers Jawa Timur yang juga berprofesi sebagai advokat itu menegaskan bahwa nilai pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS sangat relevan diterapkan dalam profesi wartawan maupun pengacara.
Dalam keterangannya pada Selasa (26/5/2026), Zaibi Susanto mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh umat Islam, khususnya keluarga besar Brata Pos, wartawan, kontributor, dan staf yang bertugas di berbagai daerah.
Atas nama pribadi, keluarga, dan keluarga besar redaksi Brata Pos, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Zaibi.
Menurutnya, Idul Adha bukan hanya sebatas ritual penyembelihan hewan qurban, tetapi juga menjadi pelajaran besar tentang keikhlasan dan kepatuhan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Keikhlasan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT menjadi teladan penting bagi kehidupan kita, termasuk dalam menjalankan profesi,” katanya.
Zaibi menjelaskan, wartawan setiap hari menghadapi tantangan besar untuk menjaga independensi dan objektivitas. Karena itu, insan pers harus mampu “mengorbankan” ego, kepentingan pribadi, hingga godaan materi agar tetap berpihak pada kebenaran.
Kalau wartawan tidak mampu qurban ego, maka berita yang lahir akan kehilangan objektivitas dan jauh dari nilai keadilan,” tegas advokat yang berkantor di Gresik tersebut.
Sebagai pengacara, Zaibi juga melihat adanya kesamaan nilai antara profesi wartawan dan advokat. Menurutnya, kedua profesi tersebut sama-sama memiliki tanggung jawab moral dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan berdasarkan data, fakta, serta kode etik.

Pengacara membela klien di ruang sidang dengan argumen dan bukti, sementara wartawan membela kepentingan publik melalui data dan fakta di ruang redaksi. Keduanya harus menjunjung tinggi etika profesi,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh wartawan Brata Pos menjadikan Idul Adha sebagai momentum muhasabah untuk memperkuat profesionalisme dan keberanian dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.
Tajamkan pena untuk mengkritisi kebijakan yang salah, tetapi tetap menghadirkan solusi. Berani membela yang lemah, namun tetap rendah hati ketika keliru,” pesannya.
Di akhir pernyataannya, Dr. Zaibi Susanto mendoakan seluruh insan pers, kolega advokat, dan masyarakat agar senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, dan kekuatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Semoga Allah SWT menerima ibadah qurban kita, mengampuni dosa-dosa kita dan orang tua kita, serta menjadikan kita pribadi yang istiqamah dalam memperjuangkan kebenaran,” pungkasnya.
(Heri)


