banner 728x250
Daerah  

Diduga Hendak Lakukan Penarikan Kendaraan di Bali, Rombongan Asal Surabaya Malah Kehilangan Unit yang Dibawa

Denpasar – Sebuah peristiwa yang melibatkan rombongan pria asal Surabaya menjadi perhatian di Bali setelah kendaraan yang mereka gunakan justru diamankan oleh pihak finance bersama tim penanganan kendaraan di Denpasar.

Lima orang yang disebut bernama Agung, Rengga, Samboja, Zali, dan Robby dikabarkan datang ke Bali menggunakan mobil Daihatsu Xenia putih bernomor polisi W 1506 BZ. Kendaraan tersebut diduga memiliki status kredit bermasalah dan disebut telah menunggak selama kurang lebih dua tahun.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, rombongan tersebut awalnya diduga datang ke Bali terkait aktivitas penarikan kendaraan. Namun situasi berubah ketika unit yang mereka gunakan justru menjadi objek pengamanan oleh pihak yang mengaku telah berkoordinasi dengan perusahaan pembiayaan.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026 di kawasan Jalan Imam Bonjol Gang Rahayu No.16A, Pemecutan Klod, Denpasar Barat. Berdasarkan keterangan sumber di lapangan, kendaraan tersebut sebelumnya terpantau memasuki kawasan Apartement TAT Ambengan Tenten.

Setelah mengetahui keberadaan unit, pihak yang melakukan pengamanan disebut menghubungi perusahaan pembiayaan TAF Finance guna memastikan status kendaraan sekaligus melengkapi administrasi pengamanan kendaraan.

Saat proses berlangsung, situasi sempat memanas karena pihak yang membawa kendaraan disebut bukan atas nama debitur asli. Kendaraan juga diduga telah berpindah tangan.

Di dalam mobil tersebut ditemukan sejumlah barang pribadi, antara lain beberapa pasang sepatu, kartu e-toll, charger telepon seluler, kabel data, serta sejumlah dokumen yang disebut berkaitan dengan perusahaan pembiayaan.

Sumber di lapangan juga menyebut adanya dugaan bahwa kendaraan tersebut sebelumnya diambil dari wilayah Jawa tanpa dilengkapi surat kuasa resmi penarikan. Namun informasi tersebut masih sebatas keterangan pihak tertentu dan belum mendapat konfirmasi resmi dari seluruh pihak terkait.

Dalam proses pengamanan, rombongan pembawa kendaraan disebut beberapa kali meninggalkan lokasi. Bahkan muncul dugaan adanya tawaran sejumlah uang kepada pihak di lapangan, namun klaim tersebut juga belum dapat diverifikasi secara independen.

Selain itu, beredar pula informasi bahwa salah satu pria dalam rombongan sempat menyebut memiliki hubungan keluarga dengan pejabat institusi tertentu. Namun hingga kini belum ada bukti resmi yang menguatkan klaim tersebut.

Karena pihak pembawa kendaraan tidak kembali ke lokasi, kendaraan akhirnya diamankan dan dibawa ke tempat penyimpanan sesuai arahan pihak perusahaan pembiayaan.

Pada malam harinya sekitar pukul 22.28 WITA, tiga orang dari rombongan tersebut dilaporkan mendatangi Polda Bali untuk membuat laporan terkait hilangnya kendaraan yang mereka gunakan.

Sementara itu, sumber lain menyebut kendaraan tersebut bukan hilang atau dicuri, melainkan diamankan melalui koordinasi dengan pihak finance karena status administrasi kendaraan yang dipersoalkan.

Peristiwa ini juga sempat menyeret nama petugas keamanan Apartement The Ambengan Tenten. Namun menurut sumber di lokasi, pihak keamanan dinilai telah menjalankan prosedur dengan profesional dan tetap melakukan pengawasan selama proses berlangsung.

Salah satu warga bernama Komang mengaku heran atas kejadian tersebut. Ia mempertanyakan alasan kendaraan yang diduga bermasalah justru digunakan bepergian ke luar daerah.

“Kalau memang status kendaraan masih bermasalah, sebaiknya diselesaikan sesuai prosedur resmi agar tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari seluruh pihak yang disebut dalam peristiwa tersebut, termasuk pihak yang dilaporkan maupun perusahaan pembiayaan terkait.

Media ini tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada semua pihak sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *