banner 728x250
Daerah  

Menanam Jejak Kepedulian: 20 Pohon Pule Hijaukan Pesarean Kanjeng Soemantri di Bojonegoro

BOJONEGORO – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus merawat warisan budaya terus diwujudkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui kegiatan penghijauan di kawasan wisata religi Kompleks Pesarean Kanjeng Soemantri (R.A.A. Kusumo Adinegoro) yang dilaksanakan pada Jumat (29/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro menyalurkan bantuan sebanyak 20 pohon pule yang ditanam di area kompleks makam bersama petugas dan masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih asri, nyaman, dan berkelanjutan di kawasan situs bersejarah tersebut.

Pemilihan pohon pule dinilai memiliki makna yang mendalam. Selain mampu memberikan keteduhan dan memperindah lingkungan, pohon ini juga dikenal memiliki nilai filosofis yang mencerminkan ketenangan, kesejukan, serta penghormatan terhadap para leluhur.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, mengatakan bahwa kawasan makam tokoh daerah merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan bersama. Menurutnya, penghijauan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat.

“Makam tokoh daerah seperti Kanjeng Soemantri merupakan warisan budaya yang harus dijaga. Melalui penanaman pohon pule ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk turut merawat lingkungan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan jasa para pendahulu,” ujar Agus Susetyo.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam merawat situs-situs bersejarah yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

Dengan penanaman 20 pohon pule tersebut, kawasan wisata religi Kompleks Pesarean Kanjeng Soemantri diharapkan semakin hijau, rindang, dan nyaman bagi para peziarah maupun wisatawan. Selain menjadi ruang refleksi sejarah, kawasan ini juga diharapkan terus berkembang sebagai destinasi budaya dan religi yang lestari serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *