banner 728x250
Daerah  

Dari Jalan Berlubang ke Jalan Harapan: Perbaikan Akses di Kepadangan dan Dampaknya bagi Warga

SIDOARJO – Warga Desa Kepadangan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, kini dapat bernapas lega setelah ruas jalan di samping SMK Persatuan Kepadangan menuju arah Krembung yang sebelumnya rusak berat akhirnya diperbaiki. Jalan tersebut sempat menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial karena kondisi aspal yang berlubang dan membahayakan pengguna jalan.

Perbaikan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo setelah menerima berbagai laporan dan keluhan masyarakat. Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, menyatakan bahwa respons cepat dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

Sebelum diperbaiki, jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah lubang menganga di beberapa titik, diperparah genangan air saat hujan turun. Permukaan aspal yang mengelupas membuat pengendara, terutama roda dua, harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindari kecelakaan.

Beberapa warga mengaku khawatir melintasi jalur itu, terutama pada malam hari ketika pencahayaan terbatas. Selain memperbesar risiko kecelakaan, kerusakan jalan juga menyebabkan kemacetan karena kendaraan harus bergantian menghindari lubang.

“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Itu yang paling berbahaya,” ujar Suyanto, salah satu warga sekitar, yang berharap perawatan jalan dilakukan secara berkala agar kerusakan serupa tidak terulang.

Kerusakan jalan tak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi warga. Sejumlah pedagang kecil di sekitar lokasi mengaku mengalami penurunan omzet selama kondisi jalan memburuk.

Hakim Prasetyo, pemilik Warung Podo Moro yang berada tak jauh dari ruas jalan tersebut, mengungkapkan bahwa jumlah pembeli sempat menurun drastis.

 

Waktu jalannya rusak berat, pembeli jadi jarang berhenti. Banyak yang takut lewat karena lubangnya dalam dan sering macet. Omzet warung saya turun cukup banyak,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian pelanggan memilih memutar arah atau mencari jalur alternatif demi menghindari risiko kerusakan kendaraan. Kondisi itu berlangsung cukup lama hingga akhirnya perbaikan dilakukan.

Namun setelah pengaspalan ulang selesai, arus kendaraan kembali normal. Hakim mengaku mulai merasakan peningkatan jumlah pelanggan, terlebih menjelang waktu berbuka puasa ketika banyak warga membeli makanan dan minuman.

“Sekarang sudah ramai lagi. Kendaraan lancar, orang juga tidak takut berhenti,” katanya.

Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, dalam keterangannya menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya merespons cepat setiap laporan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur publik.

Menurutnya, jalan kabupaten memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas warga serta distribusi barang dan jasa. Karena itu, perbaikan dilakukan agar aktivitas sosial dan ekonomi tidak terganggu lebih lama.

Meski demikian, sejumlah warga berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara. Mereka meminta adanya pengawasan kualitas pengerjaan dan perencanaan drainase yang lebih baik agar jalan tidak kembali rusak saat musim hujan.

Harapannya jangan cuma tambal sulam. Kalau bisa, kualitasnya benar-benar diperhatikan,” kata Lilik, warga lainnya.

Perbaikan jalan di Kepadangan menjadi contoh bagaimana aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti ketika komunikasi antara warga dan pemerintah berjalan efektif. Namun, tantangan pemeliharaan infrastruktur tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu direncanakan secara berkelanjutan.

Bagi warga dan pelaku usaha kecil, akses jalan yang baik bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan penopang utama aktivitas harian. Infrastruktur yang terawat dinilai mampu menjaga keselamatan sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

Kini, ruas jalan di samping SMK Persatuan Kepadangan menuju arah Krembung kembali dilalui kendaraan tanpa kekhawatiran berlebih. Warga berharap perhatian terhadap infrastruktur di titik-titik lain di Kabupaten Sidoarjo juga terus menjadi prioritas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *