banner 728x250
Daerah  

Tanah Longsor Tutupi Jalan Desa di Magetan, BPBD Himbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Magetan, 29 Maret 2026 – Sebuah tanah longsor terjadi di Dukuh Sengon RT 04 RW 01, Desa Sendangagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Sabtu (28/03) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini menimpa tebing milik warga setempat, Bapak Parno (L/59 tahun), yang memiliki tinggi sekitar 10 meter, lebar ± 8 meter, dan tebal ± 1,5 meter. Longsoran material tanah menutup sekitar 95% akses jalan desa, menghambat mobilitas warga, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magetan menyampaikan bahwa longsor ini dipicu oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berlangsung selama lebih dari lima jam di wilayah Kecamatan Plaosan. Material longsor berupa tanah dan batu menutup jalan desa sehingga warga setempat tidak dapat melintas hingga upaya pembersihan dilakukan.

Setelah menerima laporan dari perangkat desa pada pukul 18.15 WIB, Tim Pusdalops-PB dan TRC-PB BPBD Kabupaten Magetan segera melakukan assessment dan kaji cepat ke lokasi. Pada Minggu pagi (29/03), pukul 07.30 WIB, Tim Reaksi Cepat BPBD bersama aparat TNI, Polri, Senkom, perangkat desa, dan warga setempat melakukan kerja bhakti membersihkan material longsor. Pukul 09.30 WIB, akses jalan desa kembali dapat digunakan dengan aman.

Warga Desa Sendangagung mengungkapkan bahwa kejadian ini cukup mengejutkan, meski tidak ada korban jiwa. “Kami panik ketika melihat tebing longsor menutup jalan, tapi bersyukur semua selamat. Semoga pihak BPBD dan perangkat desa selalu siap siaga,” ujar salah satu warga yang ikut dalam kerja bakti pembersihan.

BPBD Kabupaten Magetan menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan tanda-tanda awal longsor, seperti munculnya retakan pada tanah atau dinding rumah, pohon atau tiang yang miring, air keruh yang keluar dari celah tanah, serta suara gemuruh dari arah lereng. Warga juga diminta menghindari aktivitas di lereng terjal, terutama saat dan setelah hujan deras, serta tidak melintasi area yang diberi barikade atau penutup terpal, karena berpotensi terjadi longsor susulan.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat dan pihak berwenang akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan di wilayah rawan longsor. Selain itu, peristiwa ini menekankan peran aktif masyarakat dalam membantu penanganan darurat serta menjaga keselamatan bersama.

BPBD Kabupaten Magetan juga berkomitmen untuk terus memantau kondisi tanah di daerah rawan longsor dan memberikan edukasi terkait mitigasi bencana, agar risiko dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *