
Sindikat,i news site PT media groub globalindo – Bengkulu Selatan – Peristiwa tragis terjadi di kawasan wisata air Sungai Lubuak Langkap, Desa Suka Maju, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada Minggu (29/3/2026). Dua orang remaja dilaporkan hanyut akibat derasnya arus sungai yang tiba-tiba meningkat. Satu korban berhasil selamat, sementara satu lainnya ditemukan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian intensif.
Korban diketahui bernama Roskal Hadimas (17), seorang pelajar yang berdomisili di Jalan Murai RT 19, Kelurahan Ibul, Kecamatan Kota Manna. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah sempat terbawa arus sungai. Sementara itu, rekannya, Fadli (17), yang memiliki alamat yang sama, berhasil diselamatkan oleh warga menggunakan pelampung karet.
Berdasarkan keterangan saksi, Jery (27), warga Desa Suka Maju, kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB ketika kedua korban bersama beberapa teman mereka berkunjung ke lokasi wisata air Lubuak Langkap. Sekitar pukul 14.30 WIB, hujan yang terjadi di bagian hulu sungai menyebabkan debit air meningkat secara mendadak. Arus sungai yang tiba-tiba deras membuat kedua korban terseret dan kesulitan menyelamatkan diri.
Upaya penyelamatan dilakukan oleh warga setempat. Salah satu korban berhasil diselamatkan, namun Roskal Hadimas terbawa arus hingga hilang dari pandangan. Sekitar pukul 16.00 WIB, warga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat dan instansi terkait.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bengkulu Selatan segera bergerak menuju lokasi pada pukul 18.30 WIB. Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, Basarnas, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai dan area sekitar lokasi kejadian.
Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 22.10 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan di bawah Jembatan Palak Bengkerung, sekitar 5 kilometer dari titik awal kejadian.
Setelah proses evakuasi, tim BPBD langsung menuju rumah duka pada pukul 23.20 WIB untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai atau tempat wisata air, terlebih di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Peningkatan debit air secara tiba-tiba dapat membahayakan keselamatan, khususnya di wilayah yang rawan arus deras.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka.
(RED) HARIONO)


