
Sindikat,i news site PT media groub globalindo – Jakarta (30/3) – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa melalui penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) X yang akan digelar pada 7–9 April 2026. Agenda lima tahunan ini tidak sekadar menjadi forum konsolidasi organisasi, melainkan diarahkan sebagai momentum strategis untuk merumuskan kebijakan yang selaras dengan program prioritas pemerintah dalam kerangka Asta Cita.
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menekankan bahwa Munas X harus mampu melahirkan program-program konkret yang relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, LDII dituntut untuk berperan lebih aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan nasional, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan sosial, hingga menjaga kerukunan dan stabilitas nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Ia menjelaskan bahwa tantangan bangsa ke depan semakin kompleks, sehingga organisasi kemasyarakatan perlu bersikap adaptif, solutif, dan proaktif. Dalam konteks tersebut, LDII berkomitmen untuk mengambil peran dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, memperkuat ekonomi umat, serta meningkatkan kualitas moral dan spiritual masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
Lebih jauh, KH Chriswanto menginstruksikan seluruh jajaran pengurus LDII di berbagai tingkatan—mulai dari DPW, DPD, hingga PC dan PAC—untuk memanfaatkan momentum Idul Fitri sebagai sarana strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat. Ia menilai, silaturahim yang selama ini menjadi tradisi tahunan harus dimaknai lebih luas sebagai forum komunikasi aktif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, alim ulama, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Pendekatan berbasis aspirasi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang dihasilkan dalam Munas benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat. Dengan pendekatan bottom-up, LDII ingin memastikan bahwa program yang dirumuskan tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga implementatif dan berdampak langsung.
Selain itu, LDII juga menegaskan komitmennya dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia. Hal ini sejalan dengan semangat Asta Cita yang menempatkan stabilitas nasional dan persatuan sebagai fondasi utama pembangunan. LDII memandang bahwa peran organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, memperkuat toleransi, serta menjaga kohesi sosial di tengah masyarakat.
“Munas X harus menjadi titik tolak lahirnya langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa. LDII siap menjadi bagian dari solusi dalam menjaga persatuan sekaligus mempercepat pembangunan nasional,” ujar KH Chriswanto.

Di tingkat daerah, kesiapan untuk mengawal implementasi hasil Munas juga ditegaskan oleh Ketua DPD LDII Jakarta Utara, Pudya Sanjaya. Ia menyampaikan bahwa jajaran LDII di daerah siap menerjemahkan hasil Munas ke dalam program-program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program tersebut, lanjutnya, mencakup penguatan karakter generasi muda, pengembangan dakwah yang menyejukkan, hingga peningkatan kontribusi dalam kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan. Ia juga menegaskan bahwa momentum Idul Fitri telah dimanfaatkan secara optimal oleh pengurus LDII untuk mempererat hubungan dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, silaturahim yang terjalin tidak hanya memperkuat ukhuwah, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan produktif. Berbagai aspirasi yang dihimpun dari masyarakat akan dibawa ke forum Munas sebagai representasi suara akar rumput.
Dengan pendekatan yang lebih tajam, partisipatif, dan selaras dengan arah pembangunan nasional, Munas X diharapkan mampu menghasilkan keputusan strategis yang tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga meningkatkan kontribusi LDII dalam mewujudkan Indonesia yang harmonis, maju, dan berdaya saing.

LDII ingin hadir sebagai organisasi yang responsif terhadap perkembangan zaman sekaligus peka terhadap kebutuhan masyarakat. Munas X menjadi langkah penting untuk memastikan peran tersebut semakin nyata dan berkelanjutan,” pungkas KH Chriswanto.


