
Sindikat,i news site PT gruob globalindo jaya Indonesia – Dalam rangka menyambut perayaan Idul Fitri tahun 2026, aparat gabungan menggelar apel kesiapan pengamanan pada malam hari ini di Kota Surabaya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan, khususnya malam takbiran, dapat berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan kondusif.
Apel tersebut diikuti oleh berbagai unsur petugas dari lintas instansi, antara lain Polsek Gayungan, Polrestabes Surabaya, TNI, Satpol PP, BPBD, Puskesmas Benowo, serta unsur resmi lainnya. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan aparat dalam memberikan perlindungan serta pelayanan maksimal kepada masyarakat selama momentum hari besar keagamaan ini.
Dalam pelaksanaan apel, petugas menegaskan sejumlah aturan yang menjadi perhatian bersama. Salah satu yang ditekankan adalah larangan bagi rombongan takbir keliling untuk memasuki wilayah Kota Surabaya apabila menggunakan sound system berdaya besar atau yang kerap disebut “sound horeg”. Selain itu, penggunaan petasan juga tidak diperbolehkan karena dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, kebisingan yang meresahkan, hingga risiko kecelakaan.
Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga ketertiban umum, larangan tersebut juga bertujuan melindungi masyarakat dari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, baik bagi pengguna jalan maupun warga yang sedang beristirahat. Aparat berharap masyarakat dapat memahami bahwa keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi prioritas utama dalam perayaan Idul Fitri tahun ini.
Meski demikian, aparat tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk merayakan malam takbiran dengan penuh khidmat. Warga diimbau untuk melaksanakan takbir di lingkungan masing-masing, seperti di masjid atau musala, tanpa harus melakukan konvoi kendaraan secara berlebihan. Tradisi takbiran tetap dapat dijalankan dengan nuansa religius yang lebih tenang, tanpa mengurangi makna kebersamaan dan rasa syukur.

Pendekatan yang dilakukan oleh aparat juga mengedepankan sisi humanis. Selain melakukan pengawasan, petugas di lapangan akan memberikan edukasi dan imbauan secara persuasif kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga ketertiban merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas aparat.
Keterlibatan BPBD dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Benowo menjadi bagian penting dalam pengamanan tahun ini. Mereka disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, mulai dari kecelakaan lalu lintas, gangguan kesehatan, hingga kondisi darurat lainnya. Dengan kesiapan ini, diharapkan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila terjadi situasi yang tidak diinginkan.
Selain itu, koordinasi antarinstansi juga terus diperkuat guna memastikan respons yang efektif di lapangan. Setiap unsur memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari pengamanan, penegakan ketertiban, hingga pelayanan kesehatan. Sinergi inilah yang menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana perayaan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.
Masyarakat pun diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing. Kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan, serta kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban, menjadi kontribusi penting dalam menciptakan situasi yang kondusif. Apabila menemukan potensi gangguan keamanan, warga diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas terdekat.
Dengan digelarnya apel kesiapan ini, diharapkan seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri 2026 di Surabaya dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Momentum hari kemenangan ini diharapkan dapat dirasakan dengan penuh kebahagiaan, kedamaian, dan rasa aman oleh seluruh lapisan masyarakat.
Akhirnya, melalui kerja sama yang solid antara aparat dan masyarakat, Kota Surabaya diharapkan mampu menjaga tradisi perayaan Idul Fitri tetap berjalan dengan tertib, sekaligus menciptakan suasana yang harmonis dan penuh makna bagi semua pihak.


